Skip to main content

'Sirkuit Catalunya Harus Diultimatum Terkait Kondisi Aspal Lintasan'

Sirkuit Catalunya disoroti banyak pebalap terkait aspal lintasannya. MotoGP diharapkan bisa mendesak dilakukannya pengaspalan ulang.

Para pebalap MotoGP mengeluhkan kondisi aspal lintasan di seri Catalunya lalu. Treknya tak punya daya cengkeram yang baik dan makin bergelombang sehingga membuat situasi menjadi lebih sulit, apalagi dengan suhu lintasan yang amat tinggi.

Sirkuit Catalunya kali terakhir mengalami pengaspalan pada 2007 silam. Rider KTM Bradley Smith menyebut sudah saatnya sirkuit Catalunya memperbarui aspal mereka, mengikuti kualitas lintasan di seri-seri lainnya.

Jika tidak, dia berharap penyelenggara bisa memikirkan tempat lain sebagai pengganti mengingat banyak yang menginginkan jadi tuan rumah MotoGP.

"Ini adalah satu-satunya trek di kalender balap yang tidak benar-benar bereaksi terhadap permintaan Komisi Keselamatan, pebalap, dan penyelenggara," kata Smith dikutip Motorsport.

"Jadi pada satu titik, Anda harus memberikan mereka ultimatum, dan saya rasa ini adalah tahun terakhir mereka bakal berada di situasi tersebut."

"Kita punya banyak orang yang ingin kami melakukan balapan di tempat-tempat baru, kami tidak harus datang ke sini. Aspal baru adalah sesuatu yang sudah kami minta selama beberapa tahun," imbuhnya.

Aleix Espargaro juga mendukung pernyataan Smith. Rider Aprilia itu menilai pembaruan aspal lintasan lebih krusial dan memberikan keamanan, ketimbang mengubah desain.

Seperti diketahui, sirkuit Catalunya mengubah sedikit desainnya menyusul kecelakaan yang membuat pebalap Moto2 Luis Salom meninggal dunia di 2016 lalu.

"Bukannya kami tak mau balapan, tapi kami tak bisa. Entah itu memakai tikungan F1 (desain baru), mereka mencopot dindingnya, atau kami kembali ke tikungan 12 (desain lama) yang biasanya dengan ruang lebih lebar, kami tak bisa balapan seperti ini. Mustahil. Ini berbahaya," kata Espargaro.

Sementara itu, seorang perwakilan sirkuit menyebut belum ada rencana untuk pengaspalan ulang sejauh ini. Sumber yang tak disebutkan namanya ini mengaku sirkuit masih akan menunggu laporan penyelenggara usai kejuaraan tuntas.

"Kami bakal perlu menunggu laporan FIM setelah Grand Prix, seperti setiap tahunnya. Lalu kami akan membuat keputusan," demikian laporan Motorsport

Comments

Popular posts from this blog

Ducati Raih Hasil Positif di Mugello dan Catalunya, Marquez Sebut Dovizioso Tampil Kompetitif

Pembalap Tim Ducati Corse, Andrea Dovizioso, meraih hasil gemilang saat tampil di Grand Prix (GP) Italia dan Spanyol. Ia sukses merebut podium utama saat melintas di Sirkuit Mugello dan Catalunya secara berturut-turut. Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, mengatakan Dovi tampil kompetitif di dua seri balapan terakhir. Ia menyebut pembalap berkebangsaan Italia itu sebagai salah satu rider tangguh di musim ini. “Saya pikir, Dovi sebagai salah satu pembalap yang sangat kuat dalam dua balapan terakhir ini. Dia tampil sangat kompetitif,” kata Marquez, mengutip dari Tuttomotoriweb, Minggu (18/6/2017). Marquez menilai, Ducati telah melakukan perubahan yang lebih baik untuk meraih hasil maksimal di Mugello dan Catalunya. Ia pun tetap memperhitungkan Dovi dan Ducati sebagai bagian dari rival yang diperhitungkan pada MotoGP 2017. “Saat ini tidak dipungkiri Ducati telah melakukan perubahan dengan baik. Mereka juga akan menjadi rival yang tetap diperhitungkan,” ujarnya.

Tampil Buruk di Indonesia Open, Ganda Putra Diajak Liburan ke Bali

Para pemain ganda putra Indonesia akan diajak berlibur ke Bali. Ini sekadar refreshing setelah hasil kurang memuaskan di Indonesia Open 2017.

Hal itu diungkapkan pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi, di Plenary Hall Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Sabtu (17/6/2017). Ini menyusul hasil buruk yang didapat ganda putra di turnamen ini.

Memang PBSI berhasil meloloskan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto ke semifinal sebelum dikalahkan pasangan top Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen. Namun, Fajar/Rian bukanlah jagoan utama PBSI karena mereka-mereka yang diharapkan bersinar malah sudah gugur lebih awal.

Pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi cuma sampai babak kedua usai dikalahkan Fajar/Rian. Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon malah lebih parah karena langsung kandas di babak pertama usai ditaklukkan non unggulan asal Denmark.

Atas pencapaian buruk itu, Herry menyadari jika para atletnya membutuhkan sesuatu hal yang baru untuk menyegarkan pola pikir dan motivasi mereka. T…